Minggu, 30 Juni 2013

Artikel tentang Sosial Media



Yahoo Akhirnya Resmi Beli Tumblr USD 1,1 Miliar
California, AS - Yahoo akhirnya menuntaskan semua berita tentang ketertarikannya membeli layanan blogging Tumblr. Secara resmi, CEO Marissa Mayer mengumumkan telah mencapai kata sepakat dengan perusahaan startup tersebut.
Seperti yang sudah diduga sebelumnya, dalam sebuah acara di New York, Senin waktu setempat, Yahoo akan membayar secara tunai sebesar USD 1,1 miliar agar Tumblr menjadi bagian dari Yahoo.
Kendati sudah dibeli perusahaan raksasa, Mayer menjanjikan bahwa dia tidak akan 'mengacaukan' Tumblr dan tetap akan membuat layanan ini beroperasi secara independen. David Karp (26 tahun), sang pendiri Tumblr tetap akan mejadi CEO.
Kesepakatan itu merupakan yang terbesar yang dibuat oleh Mayer sejak dia mengambil alih Yahoo pada bulan Juli lalu, dan ia mengatakan akuisisi ini sebagai kesempatan unik. "Pada banyak tingkatan, Tumblr dan Yahoo seperti layanan yang tak jauh berbeda, tapi saya bisa katakan bahwa keduanya akan saling melengkapi kini," ujar Mayer, seperti dikutip detikINET dari BBC, Selasa (21/5/2013).
Sementara itu, Karp yang memiliki saham 25% dari perusahaan yang didirikannya bersama Marco Arment pada tahun 2007 silam ini, menyambut baik kesepakatan dengan Yahoo.
"Tumblr akan lebih baik, lebih cepat, dengan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan diri," tukas Karp menekankan akibat dari akuisisi ini.
Layanan Tumblr sendiri hadir mulai tahun 2007 lalu saat usia Krap baru menginjak 21 tahun. Di dalam kamar apartemen ibunya di New York itulah dia menemukan ide tentang layanan Tumblr.
David Krap berhasil menangkap peluang di saat Twitter, YouTube dan Wordpress belum meledak di jagat maya. Ide dari Tumblr sendiri cukup sederhana, menggabungkan gambar, foto dan pesan dalam satu tempat online. Tidak butuh lama, Tumblr meraih sukses besar.
Pendorong utama Tumblr adalah kedekatan Tumblr dengan blogger. Selain itu nama besar seperti Lady Gaga dan Barack Obama turut memberikan kontribusi yang membuat Tumblr menggurita.


Sisi Gelap Twitter, Dunia Nan Pendek & Serba Cepat
Jakarta - Saya yakin, sebagian besar pembaca menikmati dan suka dengan 'kehidupan' di Twitter. Di samping banyaknya aplikasi sehingga memudahkan untuk ngetweet, di dunia ini juga banyak informasi yang bisa didapat secara cepat dan padat, tanpa bertele-tele.
Namun, tahukah pembaca sekalian bahwa ada sisi gelap yang mungkin tidak Anda sadari?
Nah, berbicara soal kebaikan dan kegunaan Twitter jelas ada banyak yang bisa disebutkan dan 99% dari Anda juga menyadari hal itu. Jika masih belum menyadari dan merasakan manfaat serta kebaikan Twitter namun tetap menggunakan, mungkin saja sedang dihipnotis atau hanya menuruti wejangan dari Eyang Subur.
Lalu akan menjadi lain masalahnya untuk menyebutkan atau menyadari bahwa ada sisi gelap dari Twitter. Sebagian dari Anda juga akan sontak berteriak, 'APA? TWITTER PUNYA SISI GELAP?! INI BECANDA KAN?!'
Iya. Sebagaimana layaknya layanan umum lainnya, Twitter juga memiliki celah dan sebagian dari itu berwujud buruk. Hasil dari beberapa riset kecil menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna Twitter ternyata mudah percaya dengan sebuah tweet. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita bohong.
Banyak kasus yang telah terjadi sebenarnya dapat diambil hikmahnya terkait dengan level kepercayaan kita terhadap tweet. Tentu saja kita masih ingat dengan banyaknya berita palsu terutama saat terjadi bencana baik di dalam maupun luar negeri.

Atau berita tentang wafatnya seorang artis padahal hanya dirawat di rumah sakit. Dan berita-berita lainnya yang diciptakan untuk memuaskan hasrat ngerjain.
Efek yang dihasilkan dari berita palsu ini memang bermacam-macam. Berita kematian palsu efeknya mungkin tidak seberapa yaitu sekadar sakit hatinya fans dan keluarga, misalnya.
Namun efek dari berita palsu juga dapat mengakibatkan lenyapnya uang senilai USD 200 miliar Amerika dari Bursa Efek New York sebagaimana yang terjadi kemarin akibat berita palsu dari sebuah akun terverifikasi Associated Press lantaran dibajak.
Dampak dari mudahnya kita percaya pada satu tweet memang tidak secara langsung bersifat individual. Namun ada hal lain yang ruang lingkup dampaknya adalah perseorangan namun merata dan bukan sesuatu yang sepele.
Dulu, Twitter belum memiliki fitur realtime pada timeline baik via website maupun aplikasi 3rd party. Hal ini menghadirkan jeda dan pengguna harus melakukan refresh pada timeline untuk mendapatkan tweet terbaru.
Jeda yang hadir saat itu bukan semata-mata karena kemauan atau kontrol pengguna melainkan oleh karena desain dari Twitter sudah seperti itu. Namun jeda itu sudah tak ada lagi sejak API versi baru yang mampu streaming timeline secara cepat. Dan sejak saat itu, timeline seperti yang kita lihat saat ini datang secara realtime.
Apa yang Anda tweet pada detik itu juga akan muncul di timeline orang-orang yang mengikuti Anda. Tak ada jeda walau sedetik. Di sisi lain cepatnya informasi yang datang membuat kita menjadi tahu akan informasi baru dari berbagai sumber tanpa perlu menunggu, seperti pada portal berita misalnya.
Namun, informasi yang datang bertubi-tubi dengan berbagai macam topik juga menghadirkan perkara lain. Di dunia yang serba cepat dan pendek ini, otak menjadi kehilangan kemampuan yang penting dan sejak dulu mampu menghadirkan banyak inovasi maupun penemuan. Dan hal tersebut adalah deep thought, pemikiran mendalam.
Sejak hadirnya internet sebenarnya kebiasaan otak kita sedikit ataupun banyak telah berubah, sebagaimana dituturkan oleh Nicholas Carr dalam bukunya The Shallows. Dari menyimpan banyak ilmu dalam otak menjadi mengandalkan Google dan Wikipedia sebagai gudang ilmu dan rujukan. Dan dari berpikir mendalam pasca membaca buku menjadi berselancar di antara tautan-tautan dalam browser dengan pemahaman ala kadarnya.
Era dan dunia Twitter semakin mengokohkan kebiasaan ini dengan sifatnya yang realtime dan pendek. Dua hal yang saling melengkapi dalam rangka menghilangkan dan menyingkirkan kebiasaan baik untuk otak dan ilmu pengetahuan.
Pendeknya tulisan membuat kita menjadi cepat menyimpulkan sesuatu sebagaimana menciptakannya. Sementara cepatnya informasi baru yang masuk dan tanpa jeda tidak memberikan kesempatan kepada otak untuk berpikir lebih dalam.
Twitter bukanlah satu-satunya penyebab. Karena ada banyak layanan lain yang juga memiliki peran yang kurang lebih sama, baik berupa forum, portal berita, maupun yang lain.
Twitter dan layanan lain memang mempunyai kemampuan luar biasa untuk dimanfaatkan untuk hal-hal baik. Dan sudah menjadi tugas pengguna untuk dapat memilah dan memanfaatkan kebaikan dan manfaat dari semua layanan tersebut dengan tetap berusaha sadar dan tidak terjebak dalam hal negatif yang dibawanya.

Peran Media Sosial dalam Pendidikan
Penulis: Arli Aditya Parikesit - detikinet
Selasa, 30/04/2013 12:56 WIB
Jakarta - Bersama dengan perkembangan zaman, maka proses belajar mengajar di sekolah dan bangku kuliah turut mengalami perubahan.
Dalam konteks TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), penetrasi gadget yang begitu deras telah mengubah paradigma pendidikan menjadi technology-based. Namun, ke manakah sesungguhnya arah perubahan tersebut?
Perkembangan Manusia Bersama Gadget
Menurut Jean Piaget, bayi mulai mengembangkan sensor motorik mereka pada usia antara 0-2 tahun. Pada saat itu, bayi mulai belajar mengkordinasikan segenap organ tubuh, dalam rangka mengasosiasikannya dengan obyek eksternal. Hanya saja, perkembangan TIK yang begitu deras telah menyebabkan bayi pada usia tersebut tidak hanya mengkordinasikan motorik mereka terhadap obyek seperti kursi atau bola mainan, namun juga terhadap gadget.
Di era sekarang ini, telah lahir generasi digital native, yang sudah sangat familiar terhadap TIK dari usia sangat dini. Walaupun tentunya masih dibatasi terhadap aplikasi pendidikan usia dini, namun sudah ada pada usia 1-2 tahun (toddlers) yang sudah sangat fasih dalam menggunakan gadget, terutama tablet.
Hal ini yang mengakibatkan bagaimana generasi digital mencerap informasi, dalam rangka proses belajar, sudah sangat berbeda dengan generasi pendahulu mereka. Sebagai contoh, generasi digital sudah terbiasa mencari informasi pada Google dan Wikipedia untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah mereka. Akan tetapi, ada satu tools yang berbeda dengan yang lain.
Tools ini dapat mendiseminasi informasi dalam jumlah sangat besar, bahkan membagikannya ke seluruh dunia dengan cepat. Tools ini adalah 'senjata pamungkas' bagi generasi digital untuk mendidik diri mereka sendiri. Ia adalah media sosial (medsos). Medsos: Menurunkan atau Menambah Prestasi?
Secara psikologis, memang medsos seperti pisau bermata dua. Ia dapat meningkatkan dan menurunkan prestasi belajar, tergantung bagaimana pemakaiannya. Bagi generasi digital, teori 'six degree of separation' yang melandasi perkembangan medsos, adalah jembatan mereka untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan dari siapa saja. Hanya pertanyaannya, dengan 'ledakan' informasi yang begitu rupa, bagaimana pengaruhnya ke proses belajar mereka?
Jika kita membaca berita atau beberapa literatur, memang medsos memiliki potensi untuk menurunkan prestasi belajar. 'Ledakan' informasi, ternyata justru dapat mengakibatkan meningkatnya apatisme generasi digital, terutama dalam konteks prestasi belajar.
Penggunaan medsos yang tanpa kendali, akan mengakibatkan pembelajar melupakan tugas utama mereka di sekolah atau bangku kuliah, dan memilih memasuki dunia virtual tanpa batas. Satu hal yang seyogyanya kita pahami, cyberspace tidak jauh berbeda dengan hutan belantara. Kita bisa menemui bunga yang indah, atau buah yang enak, namun juga bisa diterkam binatang buas.

Bisa kita istilahkan, hiper-realitas akan lahir, dimana kesadaran dari pembelajar tersebut 'terhisap' dan menghilang dalam pusaran limbo cyberspace, yang dimotori oleh Medsos. Hiper-realitas akan mengakhiri konsep diri siswa akan berprestasi baik, sebab perbedaan dunia nyata dan maya akan kabur secara total. Jika membayangkan medsos, baik itu Twitter, Facebook, Google+, dan lainnya sebagai limbo cyberspace, memang hal tersebut dapat menjadikan kita skeptis terhadap perkembangan TIK.
Namun, satu hal yang seyogyanya kita pegang, adalah premis 'teknologi tidak pernah bebas nilai'. Apakah maksudnya? Di sini pendidikan memegang peran penting dalam membekali siswa terhadap 'limbo tanpa batas' tersebut.
Pembekalan tersebut tidak mungkin berupa Great Firewall seperti milik RRC, sebab sensor seperti itu pada akhirnya akan bisa diakali juga. Pelonggaran sensor seperti yang dilakukan negara-negara barat juga tidaklah ideal, sebab terkadang perversi seperti Child pornography yang walaupun dilarang, juga dapat terjadi.
Di sini peran orangtua dan guru sangatlah penting untuk mendidik siswa menghadap dunia tanpa batas tersebut. Bagaimana cara mendidik mereka? Salah satu yang penting adalah mendidik anak untuk jujur.
Jika anak sudah didik jujur dari awal, maka mereka akan dapat melaporkan ketidaknyamanan yang mereka alami terhadap orang tua dan guru. Salah satu faktor pendukung disini adalah pendidikan agama dan moral yang baik. Kemudian yang tak kalah penting, orangtua dan guru harus memberi teladan yang powerful terhadap siswa. Jika orang tua dan guru memang berperilaku baik, jujur, dan terus terang, maka otomatis siswa juga akan menirunya.
Teladan tersebut akan semakin kuat diterima siswa, jika guru juga menguasai medsos dan segala fiturnya. Diseminasi Informasi Pendidikan via Medsos
Terlepas sisi kompleksitas yang kita sajikan di atas, ternyata medsos juga berguna dalam proses belajar-mengajar itu sendiri. Fitur notes pada Facebook, misalnya, dapat digunakan untuk sharing catatan kuliah. Sementara itu, kuliah tweet (kultwit) pada Twitter dapat digunakan untuk menjadi pointer terhadap perkuliahan atau pengajaran itu sendiri.
Telah banyak sekali organisasi siswa dan himpunan mahasiswa yang telah memiliki akun Facebook dan Twitter, dan melalui media tersebut, para konstituennya dapat saling berbagai informasi yang terkait akan sekolah atau kuliah mereka.
Seyogyanya, orang tua dan guru mengarahkan siswa atau anak mereka supaya menggunakan medsos ke arah ini. Walau pada akhirnya informasi negatif di medsos dapat saja sampai ke siswa, namun 'pengkondisian operan' yang konsisten terhadap fitur positif medsos akan menyebabkan mereka dapat memfilter informasi apapun secara mandiri.
Pemenang Blog Award Sesi 17 - BRONZE
Tim Internet Sehat - detikinet
Jumat, 19/08/2011 14:54 WIB
Jakarta - Tim Internet Sehat telah memilih dua blog pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011. Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, bersama ini kami menyampaikan bahwa blog berikut ini layak dan berhak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011 untuk kategori BRONZE minggu ini, Jumat (19/08/2011): http://www.kafeastronomi.com

Mempelajari benda-benda langit yang yang berada di luar atmosfer bumi selalu menjadi hal menyenangkan yang dapat dilakukan. Apa saja benda-benda langit itu, bagaimana fenomena diciptakan, dan kejadian-kejadian unik yang terlihat di bumi akan dapat kita nikmati di kafeastronomi.com. "Komet Terjun ke Badai Matahari", "Hujan Meteor Shoutern Delta Aquarids 2011" dan "Meteor Cemerlang di Langit Malam" adalah beberapa artikel yang sayang jika dilewatkan. Menarik bukan?
Selain artikel mengenai benda asing di luar bumi, pembaca juga disuguhkan pengetahuan mengenai software-software astronomi yang dapat digunakan seperti Aplikasi Peta Langit untuk HP, Stellarium aplikasi yang digunakan untuk tracking satelit, ISS dan Hubble Space Telescope dan masih banyak lagi.
Selain hal-hal tersebut kafeastronomi.com juga menyediakan Club bagi pecinta astronomi berupa Jogja Astronomi Club atau disingkat JAC.
Salah satu kegiatannya adalah observasi peneropongan benda-benda langit seperti yang dilakukan pada Sabtu dinihari 23 April 2011 pukul 00:50 WIB, JAC berhasil mengabadikan meteor cemerlang yang selanjutnya dinamakan fireball Parangkusumo 2011.
Hal lain yang tidak kalah menarik, kafeastronomi.com dihubungkan langsung dengan saluran resmi peneropongan bintang kota Jogjakarta oleh tim Jogja Astronomi Club. Dengan tampilan yang sederhana namun sangat manarik serta gaya bahasa yang mudah dimengerti, kafeastronomi.com dapat menjadi sumber ilmu astronomi bagi para pecinta ilmu astronomi. Tidak ingin ketinggalan dengan artikel maupun berita dari kafeastronomi.com? Pembaca dapat mengikuti perkembangannya lewat jejaring sosial Facebook maupun Twitter.
http://sinaulinux.martianuswb.com
"Linux itu asyik!" demikianlah tagline yang didengungkan blog yang satu ini. Sinau Linux alias Belajar Linux… Pengguna linux jangan sampai melewatkan blog yang satu ini. Blog ini berisi informasi dan opini tentang teknologi informasi dan komunikasi, komputer, dan Linux, sistem operasi yang diklaim sebagai favorit sang pengelola blog.
Mas Martian, begitu nama panggilan pemilik blog, mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui blognya dengan penjelasan yang ringan dan mudah dimengerti.
Jangan khawatir jika Anda bukan expert, karena artikel yang dibahas sangat beragam, seperti "WordPress 3.2 sudah dirilis", "Pembuatan Animasi sederhana dengan LibreOffice Impress", termasuk artikel bagaimana menambahkan aplikasi-aplikasi baru dengan menggunakan Ubuntu Software Center dengan mudah. Dan masih banyak artikel lainnya yang menarik dan bermanfaat. Ada tiga kategori penulisan yang disajikan yaitu Info, Tutorial dan Ubuntu.
Tampilan blog ini mirip Wikipedia yang lebih menonjolkan text, namun jangan khawatir karena tutorial yang disampaikan di http://sinaulinux.martianuswb.com juga disertai dengan beberapa gambar pendukung. Bertanyalah tentang linux, maka mas Martian akan mencoba menjawabnya. Selamat menikmati...
Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online.
Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia.
Goal dari program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis di blog. ISBA 2011 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), Norton Symantec (www.symantec.com), dan detikINET (www.detikinet.com).
Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com


1 komentar:

  1. sangat bermanfaat gan thanks for info ,kunjungi juga blog ane gan : http://dou-ble.blogspot.co.id/

    BalasHapus